Selamat Memilih

Selamat Memilih

Udah empet belom ngeliat postingan Pilkada di socmed selama 2 bulan terakhir ini? Gue antara empet tapi kepo, jadinya tiap hari pasti buka faceboook, baca berita pilkada, trus misuh-misuh sendiri, hahahahahha. Macem masochist deh gue.

Image from: Poskota News

Awal-awal ngeliat calonnya, gue suka sama nama-nama yang muncul. Pertama, Agus Yudhoyono. Aisssssh, si mas ganteng dari keluarga samara ikut nyalon. Seru nih. Ditambah lagi ada pasangan Anies Baswedan & Sandiaga Uno. Denger nama Anies, gue langsung inget postingan-postingan socmed yang positif tentang Anies. Tentang pendidikan di Indonesia, tentang Indonesia mengajar. Sementara untuk Ahok, he already won my heart at ‘Pemahaman Nenek Lo’ years ago, hihihhihihihi.

Sayangnya makin lama persaingannya makin absurd. Instead of nyerang programnya, ini malah nyerang orangnya. Semua kebawa emosi sesaat menjelang Pilkada. Dari temen jadi musuh. Grup-grup whatsapp keluarga pun memanas. Untungnya sih grup keluarga gue semuanya pada milih Ahok, jadi adem ayem lah keluarga gue mah.

Gue udah nggak punya hak pilih lagi sekarang (walaupun surprisingly nama gue & SN masih ada di daftar pemilih tetap, πŸ˜† ). Seandainya masih punya, mungkin gue bakal bela-belain cuti demi Ahok. Segitunya Jank? Ho-oh.

Gue udah nggak ada di Jakarta waktu Ahok menjabat Wagub & Gubernur DKI. Tapi gue bisa liat di berita-berita gimana Ahok ngelibas para ‘maling’ di pemerintahan. Mulut kasar? Iya. Tapi masa ngusir maling pake manis-manis? Gue suka sama gayanya yang ‘gue-gak-peduli-elu-siapa-pokoknya-kalo-kerja-gak-bener-gue-pecat’.

Anyway, mo milih siapapun itu hak masing-masing. Tapi inget-inget lah, itu temen lo sendiri yang lo katain kafir karena milih Ahok, om lo yang lo bilang fanatik karena milih Anies, tante lo yang lo bilang bodoh karena milih Agus. At the end, siapapun yang menang, mereka tetep nggak kenal siapa elo kalo ketemu di jalan. Sementara temen, om & tante bakal terus ada di deket elo. Put your priorities right. Pilkada itu kejamΒ Jendraaaaal…. πŸ˜€

Gue berharap Ahok menang. Biarpun gue udah gak punya hak pilih. Biarpun gue gak bakal nikmatin Jakarta dibawah tangannya. Gue masih punya keluarga di Jakarta, dan gue mau yang terbaik untuk mereka.

Semoga sukses Pak! Our last quest with Indonesian Government had been smooth because of your hardwork. Thanks to you!

Buat temen-temen di Jakarta, selamat memilih!

About erlia

Page with Comments

  1. iya samaa.. gw juga awalnya merasa nama2 bagus yang muncul, macem pilkada rasa pilpres. tp sejak ahok terseret kasus penistaan agama, gw rasanya sedih kalo baca2 berita. baca sosmed. baca kompasiana ato blog2 lain.. apalagi baca komen2nya.. orang saling mengata2i dan membenci. pokoknya hawanya negatif mulu lah kalo baca berita. Gw juga bukan org jkt, tp semoga siapapun yg terpilih membawa kebaikan untuk Jakarta dan siapapun yg menang semoga ga ada keributan. aminnn

  2. sama banget… waktu denger nama agus dan anies, gua merasa mereka lebih baik daripada ahmad dhani atau haji lulung… tapi seiring berjalannya waktu dan 3x debat, gua jadi merasa mereka berdua ga ada bedanya…

    gua juga pilih ahok…. karena rumah gua uda ga banjir lagi hehehehe…

Comments are closed.

%d bloggers like this: