Katanya, “Bohong Singapura itu lebih baik dari Indonesia!”

Beberapa hari yang lalu, gue ngeliat ada yang share postingan seseorang tentang Singapore di FB. Jadi ceritanya, si penulis ini ngobrol sama supir taksi di Singapore, dan supir taxi-nya curhat ‘nggak enak’nya jadi orang Singapore.

Bohong Singapura itu lebih baik dari Indonesia!

Coba tanya sopir taxi di Singapura, bagaimana rasanya jadi warga negara Singapura? Seorang sopir taxi yg sy tanya kemarin bilang: “Sekarang makin sulit hidup di Singapura. Pemerintah terus membebani kami dg macam2 pajak. Kami memang bisa punya apartemen sendiri yg kami cicil dari pemerintah. Tapi Pemerintah pintar! Mereka menyuruh kami nyicil sampe sy umur 70 tahun. Kalo saya mati, apartemen itu hanya bisa sy wariskan kpd anak sy beberapa tahun saja karena setelah 90 tahun, apartemen itu kembali menjadi milik negara dan anak sy harus kembali nyicil sampai tua seperti saya. Orang Singapura tidak bisa benar2 memiliki seperti orang Indonesia memiliki rumah yg diwariskan turun-temurun!

Punya mobil, jangan mimpi! Untuk mobil sekelas mobil Jepang seharga 300 juta, warga negara Singapura harus membeli selembar surat senilai kira2 700 juta, baru bisa membeli mobil seharga 300 juta! Jadi mobil 300 juta harus dibayar 1 milyar! “Bandingkan dengan di Indonesia, kata sopir taxi itu! Orang Indonesia bisa langsung membeli mobil berapapun harga yg dia mau! Bahkan org Indonesia bisa memelihara mobil tersebut sampe melebihi umur pemiliknya kalo mau! Kami di Singapura setelah membeli mobil seharga 300 juta dengan uang 1 milyar nyicil 10 tahun. Setelah 10 tahun kami harus kembali nyicil mobil baru dan kembali membeli surat hak punya mobil yg harganya 3 kali lipat harga mobil!”

“Orang Singapura hidup mengabdi dan bekerja untuk pemerintah, bukan untuk kesejahteraan kami! Orang Indonesia hidup dan bekerja untuk diri mereka sendiri. Pemerintah Indonesia tidak sepintar pemerintah di negara kami, tapi Pemerintah Indonesia tidak sekejam Pemerintah negara kami! Singapura enak buat turis, bukan buat kami warga negaranya! Jutaan org Indonesia datang ke negeri untuk belanja! Sementara hanya sedikit org Singapura yg pergi ke Indonesia, itu pun untuk bekerja bukan belanja atau jalan! Indonesia better lahhh….” Kata sopir taxi itu menutup pembicaraan!

Nggak lama setelah itu, kayaknya postingan-nya Mas ini beredar kemana-mana dan gue nerima WA dari nyokap dan koko sepupu gue. Simply nanya, “Bener nggak sih?”.

Mungkin banyak juga yang penasaran sama cerita supir taxi ini dan ikutan bertanya-tanya juga, “Bener nggak sih?”.

599884_10151074893154637_331576111_n

Jawabannya….

Apa bener pemerintah terus membebani penduduknya dengan macam-macam pajak? BENER. Lah kalo nggak narik pajak, ngebiayain negara-nya pake apaan? Pajak di Singapore emang banyak, tapi nggak segede negara-negara lain (Eropa/Australia, misalnya). Income tax di Singapore itu termasuk rendah. GST juga cuma 7%. Kita tinggal di Singapore sih nggak keberatan bayar pajak. Berasa kok manfaatnya. Jalanan bagus, public facility tersedia dimana-mana dan semuanya terawat, pohon-pohon dirawat. Gue mah bakalan lebih sakit ati kalo udah bayar pajak, biarpun lebih sedikit, tapi duit pajaknya ditilep oknum pemerintah, hahahahahahahaha.

Apa bener orang Singapura tidak bisa benar2 memiliki seperti orang Indonesia memiliki rumah yg diwariskan turun-temurun! BENER (untuk unit HDB ya). Di Singapore, ada beberapa tipe properti. Ada HDB (semacam perumnas yang dikelola pemerintah), Private Condominium (Freehold/Leasehold), ada juga Landed Property. Yang paling umum disini udah jelas HDB. Mayoritas penduduk Singapore ya tinggalnya di HDB. Nah, HDB ini sistemnya leasehold. Umur HDB itu max. 99 tahun dan yang berhak beli unit baru tuh cuma Singaporean. Jadi kalo misalnya kita beli dari open market, kita harus tau, properti yang mau kita beli itu sisa umurnya berapa tahun lagi? Waktu kita beli unit yang sekarang kita tempatin, sisa lease-nya itu sekitar 75 tahun lagi. Kita beli pas umur 29 tahun. Jadi, unit kita ini bisa kita tempatin sampe kita umur 104 tahun, :lol:. Yang pasti, rumahnya nggak bisa diwariskan sampe tujuh turuan. Tapi bisa transfer kepemilikan sampe masa lease-nya abis. Skemanya lumayan jelas sih. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhin sama kedua belah pihak. More info bisa dibaca disini. Kalo private property, rata-rata umurnya 999 tahun. Silahkan loh kalo mau di warisin turun temurun, 😆

Apa bener musti nyicil rumah sampe umur 70 tahun? NGGAK. Peraturan disini, maksimal waktu cicilan adalah 35 tahun atau sampai batas usia pensiun, which is, 65 tahun (whichever is lower). Jadi misalnya kita beli unit pas umur 25, ya maksimal tenure-nya cuma 35 tahun. Tapi kalo pas beli unit di umur 40, maksimal tenure-nya cuma  25 tahun. Waktu kita beli unit HDB, kita berhak atas cicilan maksimum, alias 35 tahun. Tapi ya males juga kan nyicil selama itu. Jadi kita pendekin sampe 20 tahun. Mungkin nanti juga bakal dipendekin lagi.

Edit: Sampe beberapa tahun yang lalu, cicilan HDB masih bisa sampe max. umur 75 😆

Punya mobil, jangan mimpi! Lah masa nggak boleh mimpi pengen punya mobil 😆 Bener nggak untuk mobil sekelas mobil Jepang seharga 300 juta, warga negara Singapura harus membeli selembar surat senilai kira2 700 juta, baru bisa membeli mobil seharga 300 juta! Jadi mobil 300 juta harus dibayar 1 milyar! Oh, BENER BANGET, hahahahahahha. Jadi di Singapore itu sistemnya gini, untuk punya mobil, kita harus punya COE (Certificate of Entitlement). Nah COE ini harganya naik turun sesuai bidding. Sekarang sih sekitar $40-50rb kalo nggak salah. Tahun 2014-2015 kemaren sempet naik sampe $90rb. Dengan COE ini, kita bisa punya mobil selama 10 tahun. Setelah 10 tahun, kita bisa ‘scrap’ mobilnya atau tetep pake dan bayar COE lagi sesuai harga saat kita mau perpanjang. Nah bayar COE pas mau perpanjang ini nggak bisa nyicil, harus cash. Mejret kan? mending beli baru lah kalo gue mah, hahahahaha. Hold on, ini baru bahas harga COE-nya aja ya. Total harga yang harus kita bayar kalo mo beli mobil ya COE + harga mobilnya + Tax. Buat gambaran, harga mobil Honda Jazz 1.3 saat ini dengan COE $46rb adalah $90rb. Dengan peraturan baru dari pemerintah, kalo mo beli mobil kita harus bayar DP antara 40-50% tergantung OMV (Open Market Value) dan cicilan maksimal 5 tahun. Sebelumnya cukup bayar DP 10-20% dan cicilan maksimal 10 tahun.

Kok segitu mahalnya? Tau sendiri kan Singapore negaranya segede apa? Kebayang kalo semua orang bisa beli mobil dengan gampang & murah? Satu negara bisa jadi parkiran. Harga mobil gila-gilaan aja orang tetep beli dan jalanan (mulai) macet. Gimana kalo semurah di negara lain, BUBAR lah ini negara. Harga mahal itu senjata pemerintah Singapore untuk mengontrol populasi mobil disini. Lagipula, public transport disini memadai. Nggak punya mobil juga idup lo nggak susah.

Orang Singapura hidup mengabdi dan bekerja untuk pemerintah, bukan untuk kesejahteraan kami! Orang Indonesia hidup dan bekerja untuk diri mereka sendiri. Honestly, gue nggak ngerti pernyataan ini, hihihihihihihi. Gue sih kerja buat gue dan keluarga. Mungkin maksudnya bayar CPF kali ya? Jadi gaji kita dipotong 20% dan gak bisa diambil sampe nanti kita umur 55. Gue sih hepi-hepi aja bayar CPF. Ibaratnya kan jadi dipaksa nabung sama pemerintah. Gue pikir-pikir, kalo seandainya 20% itu nggak dipotong duluan, kayaknya sih tabungan gue juga nggak akan nambah senilai 20% itu. Yang ada malah ludes kepake jajan, hahahahaha. Justru bagus dengan gaji kita dipotong di awal, kita malah bisa beli HDB disini karena duitnya tau-tau udah kekumpul dan bisa buat bayar DP plus cicilan bulanan. Enak kan?

Buat gue sih ya, mau tinggal dimana pun pasti ada plus minus-nya kan. Biasanya minusnya dirasain orang yang tinggal di negara itu, dan plus-nya cuma bisa diliat sama orang diluar negaranya. Orang Singapore itu banyak yang ‘take things for granted’. Apa-apa bagus, pemerintahnya beneran kerja, fasilitas publik banyak. Buat mereka itu udah layak & sepantasnya. Banyak yang nggak sadar kalo apa yang mereka punya disini itu privilege buat orang-orang di negara lain. Makanya sering komplen, hahahahahha. Sementara gue dateng dari Indonesia, dimana pernah tiap hari ngerasain macet, deg-degan takut dirampok atau dicopet dijalan, ngerasain kereta nggak jalan, di mata gue ya Singapore udah kayak surga lah.

Jadi gimana? Masih mau pindah Singapore gak? 😆

23 comments

    • erlia erlia
    • erlia erlia
    • erlia erlia
    • budileon
  1. DwD
    • Alex
      • Anya
  2. Janice Dirga
    • erlia erlia

Trackback e pingback

No trackback or pingback available for this article

Leave a comment :)

%d bloggers like this: