One Man's Trash is Another Man's Treasure

Dan Puluhan Ribu Dollar Pun Lenyap…

Kemaren sore gue terima email dari salah satu customer di Jakarta. Emailnya sebenernya ditujukan ke Bos gue dan partner kita di Dax, tapi cc ke general email juga. Jadi gue bisa baca. Isinya cuma nanya mereka berdua aware nggak dengan kasus remmittance yang sering terjadi belakangan ini. Trus minta mereka follow up sama gue.

Lah gue bingung dong ya. Kenapa gak langsung kirim emailnya ke gue aja, malah ke bos gue dan partner di Dax. Langsung gue scroll down sampe mentok….and SHIT! Something real bad was happening. Gue sampe speechless bacanya.

Jadi ada seseorang yang nyatut nama gue dan kirim email ke customer gue nanya kenapa pembayaran ke bank-nya di cancel. Customer gue bingung dan nanya balik apa maksudnya? Dia bilang dia nggak ngasih instruksi apa-apa ke bank. Trus dibales begini sama “gue” :

We are so very sorry our account in UK is just clarifying us on this matter. We have 2 bank account in the UK and each will also have to be audited by the government before we can use to receive fund. One of the 2 bank accounts in the UK have being audited but the account dept gave us the wrong one. The Lloyd bank we sent to you has not yet being audited and as a result cannot receive any fund. This problem is from the account dept as they make such mistake and gave the account still under auditing process. They just informed us that the second bank account is the available one and not the one you remitted to and the bank won’t credit it.

The bank informed us that they cannot credit the account as its still under auditing process but can return money back to the sender if they request for a call back for confirmation. So please you have to also ‘call back’ this fund immediately so that the bank can return the money back to you. Once, your bank request for a call back, they will send back fund to your bank then we can now use the other account that is already available. We promise you that this shall be the last issue we will have regarding all transactions. We shall also take responsibility of the bank charges as usual. Please forgive our mistake as its from our accounts. Let your bank take immediate measure/actions in calling back the fund. Thank You

Customer gue bales kalo dia nggak bisa cancel atau withdraw. Karena di account itu nggak ada dana yang cukup buat balikin duitnya ke customer gue. Dan “gue” kekeuh bilang kalo duitnya pasti dibalikin sama bank. Customer gue jadi bingung. Trus kayaknya masalah ini di escalate ke bosnya juga. Dan bos-nya bales ke “gue” kalo intinya dia capek bolak-balik transfer ke perusahaan “gue”. Bank accountnya banyak banget dan gonta-ganti melulu. Tiap kali udah di remit, “gue” minta di cancel dan transfer ke account lain. Dia juga bilang kalo “gue” terlihat unprofessional. Masa status bank sendiri nggak tau itu akunnya udah ditutup atau lagi di audit, dsb. DHUAAAAR….

Aslik gue lemes bacanya. Sebelomnya pernah kejadian begini, tapi waktu itu orang finance-nya langsung ngecek ke purchaser dan purchasernya kirim email ke gue. Gue langsung bales bilang itu hacker dan gue telpon purchasernya buat ngasih tau kalo email itu nggak bener. Abis itu gue langsung kirim email ke semua customer gue buat ngasih peringatan.

Lah kok ini ada yang kena juga.

Yang gue bingung, kalo dari emailnya, ini kejadian udah berulang kali. Masa nggak curiga sama sekali sih orang suruh transfer tapi gonta-ganti bank account? Dan ini puluhan ribu dollar loh transaksinya. Gue juga penasaran dong sama emailnya. Apa dia nge-hack company email apa bikin account tiruan. Ternyata….ACCOUNT TIRUAN! Jadi kalo misalnya alamat email kantor gue itu blablabla@babibu.com.sg, ini dia bikin blablabla@babibu.co. Tapi sendernya tetep pake nama company gue. Baru keliatan kalo cursornya kita arahin ke company name-nya.

Gue langsung buru-buru bales emailnya, hapus si email kampret itu, dan gue telpon purchaser yang ngimel bos gue. KAGET lah dia pas gue jelasin. Itu duit puluhan ribu udah disikat sama impersonator. Gue nggak tau deh nih kelanjutannya ntar gimana. PUSING.

Ini gue share supaya jadi pelajaran buat yang baca. Terutama orang accounts & finance.

  1. Selalu crosscheck ke purchaser kalo diminta pembayaran sama supplier
  2. Curigalah kalo orang yang minta pembayaran kesannya nguber-nguber banget
  3. Harus tambah curiga kalo dia ngasih bank account yang berbeda dengan yang tercatat di sistem perusahaan.
  4. Cek email yang dipakai si pengirim. Bener emailnya supplier bukan?
  5. Cek nomor telpon/fax yang ada di email. Pasti diganti deh. Karena tujuannya ya supaya korban nggak bisa nelpon/fax buat konfirmasi. Tiap nelpon pasti salah sambung. Cross check sama nomor telpon di Original Invoice/Shipping Documents atau name card (kalo misalnya pernah ketemu)
  6. Jangan konfirm lewat email. TELPON LANGSUNG.

Keliatannya simple dan common sense kan ya. Tapi tetep aja orang bisa kejeblos. So, hati-hati ya. Jangan sampe kejadian ke kalian.



8 thoughts on “Dan Puluhan Ribu Dollar Pun Lenyap…”

  • OMG!!!! mbak Er…. Kantor gw juga kenaaaaa dooong!!!! dan itu yg urus pembayaran gw pula. Samaaaa persis itu modusnya via email.
    and FYI supplier kita juga basednya di spore, mereka email gw yg seolah2 itu emang dari perusahaan tersebut dan ternyata setelah di cek header emailnya bedaaaaa :'(((((
    dan kita juga kenanya puluhan ribu dollar.

    • Nah Man…. gue pun mikir begitu dong. Ternyata bank accountnya atas nama company gue! GILA gak. Tapi lokasinya ada di Finland sama UK.

  • Anjir…canggih bener bank account juga atas nama perusahaan yang ditiru. Trimakasih banget ya peringatannya. Biasanya faktor perbedaan waktu yang signifikan antara kantor sini dan supplier di luar negri plus kendala bahasa membuat orang lebih milih konfirmasi lewat email. Jadi kalau beneficiary name sudah atas nama perusahaan yang sama walau account beda, kemungkinan kejeblos ada. Alasan sedang dalam audit dan bank a/c dibekukan soalnya wajar. Kami pernah demikian tapi posisi dia yang purchaser, jadi dia minta extend tanggal jatuh tempo pembayaran krn bank mereka blm bisa dipake. Itu juga nego langsung ke direktur brand dan kami minta surat dari auditor mereka sebagai bukti.
    Bukan main ya sekarang canggihnya penipuan.

  • Ancuuuurrr lemesssss.. haduh jadi gak enak karena nama yeiiyy yang dicatut yeees.. Haaah.. Semoga diganti sama yang lebih baek ya kak.. *lah kayak kecopetan* Anyway udah lama gak maen2 ke siniiih.. Kamyuhh apa kabaar? :*

Leave a comment :)


%d bloggers like this: