One Man's Trash is Another Man's Treasure

Don’t Bite The Hand That Feeds You

Gue yakin orang-orang udah pada bosen baca dimana-dimana ada postingan tentang Pepi. Silahkan skip postingan ini kalo bosen. Gue nggak mau nulis tentang kronologis atau gimana gue dengan sukarela meminjamkan duit ke Pepi. Udah banyak yang nulis dan cerita gue pun kurang lebih sama :D. Gue cuma mau menanggapi postingan Pepi setelah orang ramai ‘menyerang’ dia di social media.

Di postingan ini Pepi menulis:

Jujur, Dedo baru mau mengerjakan artwork Thomas pada bulan Oktober bersamaan dengan artwork Erlia sekeluarga juga Desy mama Radit. Itu juga karena Dedo baru mulai fokus lagi pada dunia artwork setelah sempat pusing mengurus persiapan lanjutan kuliah dan saya pun sibuk untuk mulai support Dedo sambil mengerjakan beberapa orderan lain. Ketika artwork Erlia dan Desy dikirim bulan Oktober, artwork Allisa masih duduk manis di kamar karena kami stuck mencari frame yang bagus dengan ukuran hampir satu meter tersebut.

Mungkin Pepi lupa. Gue pesen artwork dia berdasarkan gambar yang gue liat di blog dia. Black and white artwork yang agak-agak kartun kayak gambar di bawah ini. Dan pepi sempet bikin gambar Dexter untuk ditunjukin ke gue sekitar bulan Juli. Jadi, waktu dia bilang di postingannya kalo pesenan gue telat karena Dedo lagi nggak mood gambar, itu ANEH. Karena gue nggak pernah ngerasa mesen gambarnya Dedo, tapi gambarnya Pepi. Kalo pada akhirnya gue nerima gambar hasil karya Dedo, it’s because I appreciate Dedo’s effort untuk mengganti karya Pepi yang ilang dalam pengiriman. Full stop.

Gambar gue ambil dari instagramnya pepi

Anyway, gue bersyukur karena gue dapet pelajaran berharga dari kasus ini untuk nggak gampang percaya sama orang yang baru gue kenal. Gue bersyukur bahwa dengan mengenal Pepi, gue dipertemukan dengan temen-temen baru yang AMAZING. Temen-temen yang nerima Pepi tanpa prasangka apa-apa. Yang ikut nyemangatin Pepi saat dia cerita tentang kesusahannya. Yang tulus ngebantu dia. Yang ikut mikirin dia dan bahkan dengan baik hatinya berjanji untuk ngebeliin kamera untuk modal. She took all of us for granted. And it’s her loss.

Semoga Pepi nggak melakukan hal yang sama kepada “lima belas orang sahabat baik Dedo yang notabene sengaja berkumpul demi bertemu Dedo dan elo. Yang membuat elo merasa punya semangat lagi setelah berceceran entah dimana”. Don’t took them for granted just like you did to us. Don’t bite the hand that feeds you.

You always have a chance to start anew. But for this time….Please start it RIGHT and HONEST.

-postingan yang udah hampir basi kelamaan ngendon di draft, :lol:-



6 thoughts on “Don’t Bite The Hand That Feeds You”

Leave a comment :)


%d bloggers like this: